INFOLUBUKLINGGAU - Buruknya kualitas aspal di Jalan alternatif Lingkar Selatan, tepatnya di RT 09, Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Timur II, Kota Lubuklinggau membuat satu buah mobil truk Hino dengan Nomor Polisi (Nopol) BD 8934 KF bermuatan air mineral dan roti terperosok.
Akibatnya truk bermuatan 17 ton tersebut menyebabkan truk-truk lain yang ingin melintas menuju provinsi Bengkulu dan dari provinsi Bengkulu menuju Kabupaten Musi Rawas (Mura) menjadi terganggu.
Setiap truk yang berpapasan harus ekstra hati-hati, karena kondisi jalan di sebelah mobil truk yang terperosok kondisinya sudah sangat parah.
Aspal Jalan terlihat sudah mengelupas dan menjadi lubang yang menganga cukup lebar.
Bahkan apabila sopir truk tak mahir dalam berkendara bisa-bisa membuat mobil truk yang dikendarai bisa celaka dan membuat truk terguling di tengah jalan.
Suji (52) Sopir truk menuturkan, mobil truk yang dikendarainya terperosok ke dalam lubang karena kondisi jalan yang ambles.
Ia lewat di Jalan Lingkar Selatan merupakan yang keduanya kalinya.
Saat lewat pertama berangkat dari Bengkulu hendak menuju Jakarta kondisinya Jalan tersebut belum separah saat ini.
"Setiap sopir truk sekarang di larang melintas lewat kota mulai pukul 06.00 WIB - 18.00 WIB. Sedangkan jalan yang disediakan saat ini tidak memadai untuk kendaraan bertonase tinggi. Akibatnya sekarang kita yang dirugikan," ungkapnya saat dibincangi Tribunsumsel.Com. Senin (8/5/2017)
Untuk itu, Ia meminta kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau supaya jalan alternatif tersebut cepat diperbaiki sehingga pengendara tidak dirugikan.
Namun, apabila belum diperbaiki dalam waktu dekat.
Mereka para sopir truk mengancam akan kembali melintasi jalan tengah kota.
"Kita tidak punya pilihan selain kembali lewat tengah kota. Ini saja kita macet disini sudah sejak pagi pukul 06.00 WIB, lebih kurang sudah lapan jam. Jelas yang di rugikan adalah kita para sopir, sedangkan tuntutan harus tiba tepat waktu," katanya.
Sumber: Tribunnews
Sumber: Tribunnews
Rate this posting
{[['
']]}
loading...
